Sabtu, 11 Oktober 2014

KELOMPOK ILMIAH REMAJA (KIR) PONPES DR.M. NATSIR



Keberadaan Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di Pondok Pesantren Muhammad Natsir sesungguhnya 
ada secara tidak sengaja. Pada awalnya sekitar bulan Januari 2008 ada Lomba menulis masalah
 lingkungan hidup yang diadakan oleh sebuah LSM di Padang. Lomba tersebut ditujukan kepada siswa

Mengenal Lebih Dekat Mohammad Natsir

Madju atau mundurnja salah satu kaum bergantung sebagian besar kepada peladjaran dan pendidikan 
jang berlaku dalam kalangan mereka itu. Tak ada satu bangsa jang terbelakang menjadi madju, melainkan sesudahnja mengadakan dan memperbaiki didikan anak-anak dan pemuda-pemuda mereka. 

Indonesia memiliki khazanah tokoh pembaharu dunia pendidikan Islam yang begitu banyak, para tokoh tersebut sangat intens dan menaruh perhatian besar tehadap perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan Islam. Mereka banyak melahirkan gerakan-gerakan yang baru, pemikiran-pemikiran yang segar bahkan gagasan-
gagasan yang cemerlang yang sesuai dengan tujuan dan arahan serta visi misi pendidikan Islam. 

Sejarah Pondok Pesantren Dr. Mohammad Natsir

Pesantren Dr. Muhammad Natsir adalah satu dari beberapa pondok pesantren modern yang ada di Sumatera Barat. Pesantren yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi pertanian dalam rangka otonomi finansial pesantren ini terletak di Batubagiriak, Kenagarian Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Pesantren ini lahir dari keprihatinan beberapa orang guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Alahan Panjang terhadap siswa-siswa mereka yang sering terlambat membayar uang sekolah

Kamis, 30 Mei 2013

Ujian nasional Tak Perlu berdoa

Seperti tahun-tahun sebelumnya Ujian Nasional yang walaupun setiap tahun diperdebatkan perlu atau tidaknya diselenggarakan tetap dilaksanakan. untuk tahun ini akan dimulai besok. Walau sama Ujian Nasional namanya tapi ada yang berbeda akahir-akhir ini. Menjelang ujian nasional kecemasan meningkat, semua pihak merasa perlu menambah belajar, guru menambah jam mengajarnya, kepala sekolah menambah jam kehadirannya disekolah, pak camat menambah harinya berkunjung ke sekolah, pak bupati menambah pesannya kepada guru. semua cemas.siswa juga cemas terlebih setelah hasil TO beberapa kali tidak pernah lulus, bagaimana nanti?luluskah saya?
Tapi aneh kecemasan tidak lagi terlihat dimata mereka tatkala ujian menjelang besok, tatkala ada pertemua khusus yang membicakan apa kita tidak tahu tapi bisa membaca apa. semua merasa pede besok ujian, lupa hasil To yang tak pernah lulus.
Itu keanehan pertama , keanehan kedua bila dulu menjelang musim ujian tiba siswa merasa perlu berdoa dan meminta petunjuk pada Allah, dilancarkan ujian, ditenangkan perasaan. Kini tidak lagi. malam yang biasanya diisi tahajjud dan doa panjang kini tidak terlihat lagi. Pertanda apakah ini?tidakkah ini hasil dari Ujian Nasional yang sudah keluar sebelum ujian dimulai? tidakkah ini sebuah kegagalan?kita gagal membuat mereak percaya pada dirinya, pada Tuhannya. mereka merasa seolah bisa lulus tanpa campur tangan Tuhan didalamnya, ini adalah sebuah kemalangan yang besar. Mereka merasa tidak perlu berdoa, karena Tuhan tidak bisa membantu, bantuanNya tidak jelas, tidak membuat lulus. Nauzubillah. inilah pesan yang kita tangkap dari pelaksanaan UN.

apa yang lebih berharga?

hari minggu kemarin saya bersama 2 orang pembina dan 30 anak-anak pergi ke Sianggai-angai. sebuah negeri yang terletak di kecamatan Hiliran Gumanti. untuk mencapai daerah tersebut kami harus menempunya dengan bus cateran dari Alahan Panjang, yang alamak cukup mahal untuk kantong anak-anak. bus catran tidak bisa mengantarkan kami langsung ke tujuan, terpaksa menurunkan kami di Lurah Gadang karena kondisi medan tidak memungkinkan. kami berjalan kaki kurang lebih 5 km melalui jalan penuh tanjakan dan pendakian.walau cukup melelah kan tapi bisa dilalui dengan semangat. inilah salah satu rahasia kebersamaan.saya tidak bisa membayangkan kalau sendirian melalui jalan ini pasti angkat tangan,tidak sanggup.oya tujuan kami ke Sianggai-anggai untuk menjenguk salah seorang alumni pondok yang sakit sudah lama. sarkawi namanya. alumni yang dikenal baik semua orang yang pernah bertemu dengannya.
tepat jam 13.30 kami sampai di rumah sarkawi yang terletak diarel pesawahan untuk kesana harus menuruni jalan setapak yang cukuplicin karena habis diguyur hujan
masuk lewat jalan belakang saya harus berinsut-insut masuk keruang tengahkarena rombngan yang lain telah sampai terlebih dahulu.alangksah terkejutnya saya ketika menemukan sosok tubuh yang terbaring lemah ditutupi selimut merah,ia tersenyum dan menyapa semua orang terlihat bahwa dirinya ingin sekali berbicara dan mengetahui banyak terntang mereka.mendengar ceritanya tampak bahwa ia sangat ingin kembali ke kampus dan menyelesaikan kuliahnya, tapi sakit yang telah diderita sejak kurang lebih 2 ,5 tahun yang lalu menghalanginya. sayangnya ia tidak berobat ke rumah sakit hanya ke dukun kampung yang telah membuatnya sibuk memikirkan siapa yang mengiriminya penyakit, menduga-duga dan curiga.

Aku Ingin

Aku ingin,aku mau, aku suka.Sering jika kita amati apa yang kita lakukan didorong oleh alasan-alasan ini, aku ingin, aku mau dan aku suka. kita pergi ke pasar karena ingin dan suka. kita pergi ke pantai bersama seseorang yang buka mahram karena aku ingin, aku mau, aku suka. kita menghabiskan uang yang kita punyai untuk membeli sesuatu yang tidak bermanfaat karena aku ingin, mau, dan suka. Jika kita perdalam renungan maka terlihat betapa egoisnya kita selama ini. kita melakukan seuatu, berbuat sesuatu hanya karena keinginan, kemauan dan kesenangan belaka.
kita jarang memasukkan orang lain sebagai alasan berbuat sesuatu. karena yang berpikir sepeerti ini bukan lagi satu orang tapi hampir semua orang maka jadilah kita saat ini, tidak perdulian. Kita tidak perlu heran bila melihat seorang berpenampilan shaleh membiarkan kemaksiatan berlalu didepannya, bila seorang anak yang baik dalam pandangan kita membiarkan temannya maling.ia tetap shalat dan berdoa.
Apakah sebenarnya yang kita cari?apakah kita hidup sekedar menumpang didunia ini tanpa dibebani tanggungjawab?apakah semuanya harus berdasarkan keinginan,kemauan dan kesukaan belaka?

Mau Kemana Kita?

Tahun ini tampaknya harus jadi tahun renungan buat Ponpes M.Natsir, jika masih ingin bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat maka harus mau berbenah dan menerima masukan. jika masih bertahan dengan pola-pola lama maka akan tersisih. siapa mau menjadi pembina putri?mengapa kok diantara kita lebih suka yang senang-senang?kerja mau gampang, tanggungjawab mau sedikit. tidak mau bersulit-sulit. inilah kenapa sulit benar mencari pembina yang mau bersusah-susah. bahkan kalau jadi guru pun maunya yang mudah-mudah juga, RPP orang dijiplak sekedar untuk memenuhi syarat, untuk apa?
persoalan pendidikan kita banyak. rendahnya angka kelulusan bukan masalah ada yang lebih memprihatinkan dari pada itu. pendidikan tidak lagi merubah seseorang. akhlaknya tidak semakin baik.
guru kadang juga seperti preman, berbicara sambil memukul meja. gurukah itu?

Zakat, Infaq dan Shadaqoh

Ass wr wb,
Buat para sahabat yg ingin menyalurkan zakat, infak maupun shodaqoh di bulan yg penuh rahmat ini, bisa :
1.Transfer ke rek BRI Unit Alahan Panjang 33-21-2739 a/n Yayasan Nurul Iman (08197580426)
2. Datang langsung ke Panti Nurul Iman Batu Bagiriak Alahan Panjang Kabupaten Solok
Tks banyak, semoga Allah makin mencurahkan berkah dan rahmat kepada kita semua.
Wass wr wb.
Pengurus - Darman, BA

Kecurangan UN

Kecurangan UN sudah gawat kata Kompas.Com. Benar sekali, terjadi bahkan didepan mata serasa mengiris-iris hati.apa yang bisa dilakukan guru jika pimpinannya sendiri yang mengatur semua itu?haruskah bangga dengan kelulusan 100% sementara kita tahu apa dilakukan untuk itu.Tujuannya tidak lain hanya untuk mendapat siswa baru sebanyak-banyaknya. lantas merekapun diajar untuk berbohong pada dirinya sendiri.Tidak, tidak tidak mari kita berantas dan bongkar semua kebohongan itu.Masih layakkkah disebut guru yang seperti itu?
buat saya guru adalah contoh kebaikan dan harus berusaha untuk itu.guru bukan untuk mengejar materi belaka, terlalu hina tujuan itu. harta ada dimana-mana, kekayaan bisa dicari.kenapa harus takut kehilangannya. toh bukan pimpinan yang memberinya, bukan pemerintah tapi Allah Yang Maha Kaya
Belum lagi budaya suap yang sepertinya sudah menjadi kelaziman. menjengkelkan sekali setiap pemeriksa datang selalu ada uang keluar untuk mereka. saya tidak yakin mereka tidak tahu bahwa penyuap dan yang disuap dua-duanya dineraka.

Jalan-Jalan, Mengapa Harus dimusuhi

Pulang dari Panasahan, kebetulan dapat tumpangan gratis jadi KIR group memutuskan memanfaatkan peluang ini. kami berjalan ke Karang Batonggak meniti dua jembatan yang bikin hati cemas. subhanallah bagus banget karang batonggak itu ternyata, terbayar sudah kaki yang penat, terjawab juga keraguan orang-orang yang melarang kami berangkat. jika engkau punya keinginan maka kejar sampai dapat, berani menghadapi resiko. bayar denda Rp 5000 sorang kata buya. he he nggeh, nggeh.
Kadang heran juga kita yang sudah jelas pergi kemana, dengan siapa kok malah kena denda.Jalan-jalan mungkin sepintas tidak ada gunanya, hanya menghabiskan waktu.Tapi ketika dilihat menyeluruh banyak keuntungan jalan-jalan, baik itu keuntungan untuk bersama maupun untuk diri sendiri. mereka yang doyan bepergian cendrung lebih cerdas dari pada yang menghabiskan waktu dikama asrama yang kemudian tergoda untuk merokok atau melakukan pekerjaan yang tidak berguna.jadi mana yang lebih pantas dihukum?  

Selasa, 19 Maret 2013

Kamis, 27 Desember 2012

Hidup Adalah Masalah



Tentukan Hidupmu
 Oleh : Rahmat Kusasi


            Kita bukan monyet yang mengambil kelapa tapi kita adalah orang yang memiliki kelapa itu. Ketika semua orang membutuhkannya, kelapa kita siap untuk dipanen.
            Kadang hidup begitu menyesakkan ketika kita tidak siap untuk menghadapinya. Kita bukan api yang mau membakar apa yang ada tapi kita adalah awan. Awan yang membawa keindahan dan kesejukan.
            Bukan kaya yang kita harapkan bukan pangkat yang kita inginkan tapi bagaimana kita bisa berguna bagi masyarakat. Coba bayangkan ketika kita mendapat juara, ketika kita mendapatkan prestasi tinggi tapi saat itu hanya kita yang merasa gembira dengan pencapaian itu, kita tidak berbagi, kita tidak perduli dengan lingkungan sekitar. Kemudian bertanyalah pada diri kita sendiri "apa gunanya aku juara" Kita belajar bukankah agar bisa berguna dalam masyarakat? Tapi kenapa pada akhirnya begitu banyak diantara kita yang cuek, tidak perduli pada orang lain, pada lingkungan kita? Kita semakin individualis.
            Hidup bukan mainan bukan bola yang bisa ditentukan arahnya oleh pemain bola tapi kita adalah pemain bola yang menentukan arah bola itu silahkan pilih mau menjadi bola yang akan diombangkan oleh kehidupan atau kita akan menjadi pemain bola yang akan menentukan arah kemana kehidupan kita. Seorang guru pernah berkata  bahwa hidup ini seperti seorang petinju yang hanya mempunyai dua pilihan, bertahan atau menyerang. Tampil menyerang berarti mencari kesempatan untuk menang, walaupun peluang kalah juga terbuka. Pilihan bertahan mungkin menarik karena tidak memerlukan energi ekstra, tapi sampai kapan? Bertahan sedikit sekali menyediakan peluang untuk menang, sebaliknya sangat besar peluang buat kalah. Kita mau yang mana?
            Hidup ini adalah masalah. Tapi masalah itu bukan untuk dipersoalkan tapi untuk diselesaikan. Jika kita ingin hidup tidak akan pernah bisa lari dari masalah walau kamu masuk kedalam peti besi kemudian dikuburkan sedalam 100 meter agar kamu tidak dapat masalah maka yang kamu lakukan itu adalah masalah bahkan tergolong masalah besar.
            Maka dapatlah kita ambil kesimpulan jika kamu ingin hidup tanpa masalah maka cepatlah gali kuburan kamu sendiri tapi jika kamu siap untuk mengahadapi masalah itu maka kamu sudah mulai bekerja untuk mendirikan istana megah untuk kamu sendiri.
            Sekarang kita dengan banyak remaja yang mati bunuh diri karena hal-hal remeh. Konyol sekali karena apa yang mereka lakukan itu karena tidak akan mampu membawanya keluar dari masalah Kau takkan bisa lari saat kakimu patah tapi pikiranmu takkan penah berhenti kecauali kau mati. Kawan putus asa bukan jalan terbaik untuk alasan apapun karena tidak pernah ada dalam sejarah orang yang putus asa berhasil. Kita pasti pernah mendengar Thomas Alfa Edison, penemu lampu listrik yang terkenal itu. Seandainya si Thomas putus asa ketika tidak berhasil Dialah orangnya buka aku Banyak manusaia didunia,ada yang megatakan bahwa aku adalah orang mempuyai kemampuan untuk memperbaharui suatu hal,mendiskripsi kemungkinan yang akan terjadi.
Penulis adalah Ketua KIR Ponpes M.Natsir Alahan Panjang








Jiwa Yang Tegar



Jiwa Yang Tegar
Oleh :Ali Usman

Ku lihat kau seperti air
Yang selalu berjuang
untuk menuju ketujan

Ku lihat kau seperti air
Lelah,derita tak pernah gelisah
Tapi ….
hanya harapan
keluargamu dan bangsamu
hanya satu di benakmu merdeka

tak kau pikirkan nyawa,harta,benda
demi tercapainya cita-cita
bangsa yang merdeka
batin yang bahagia

Kini kau berjuang gagah perkasa
Melawan tentara berjiwa serigala
Tapi kau seperti bangunan menara
Selalu teguh pendirian dari semula

Kau ambil batu
Kau ayunkan tangan
Seperti senjata pemusnah masa 

SEJARAH PREMAN TERULANG KEMBALI



SEJARAH PREMAN TERULANG KEMBALI

Disebuah restoran tika dan ulfa sedang makan siang

Tika     : Aku baru sekali ini makan disini ternyata makanan disini enak juga ya
Ulfa     : Kamu nggak percaya sich,kan aku udah bilang kemaren
Tika     : Ya deh, untuk kedepan aku nurut aja deh
Mita     :Iya, kamu ini  Tik ego aja yang di nomor satukan .
Tiba –tiba….
Indra   : Pelayan (sambil menepuk meja ) teh es satu nggak pakek lama
Elma    : I i..i…ya mas paman e.e…eh mas preman
Setelah teh es di minum 
Indra   : Apa –paan ini teh apa ini? Gak ada rasanya, kamu bisa nggak sih jadi pelayan
Elma    : Ss….sory mas, bisa diganti kok
Indra   : Nggak usah, buang waktu aja aku disini, seharusnya aku sudah bisa malakin
dua orang sejak tadi.
Sementara itu…….
Tika     : Alah gayanya aja
Ulfa     : Ya tuh, paling-paling dia itu preman gadungan
Mita     : Nggak gadungan tapi kacangan
Kemudian……
Elma    : Mas…mas bayarannya
Indra   : Apa, bayaran? Buat minuman aja nggak becus, dasar pelayan goblok (sambil berjalan keluar)
Tika     : Orang kayak gitu  pasti akan mendapat karmanya
Ulfa     :Mudah-mudahan
Mita     :Kita doa'in aja
Preman pergi keluar dan suatu hal yang tidak diinginkannya terjadi kembali
Indra   : Emm..ak motorku hilang
Lalu preman masuk ke dalam restoran lagi
Indra   : Hai..kalian semua, siapa yang mencuri motorku
Tika     : Aneh nih orang , motor hilang diluar,cari ke dalam mana ketemu
Ulva    : Emang motor bisa dimasukin kesaku
Mita     : Motor mainan kali
Indra   : ( dengan nada marah ) Hai, kalian,anak ingusan ikut campur urusan orang pokoknya kalau sampai motorku tak ketemu peristiwa yang lalu seperti di PA akan terulang lagi disini
Tika     : Peristiwa sebulan yang lalu?
Ulva    : Emang peristiwanya apa?
Mita     : Kayak peristiwa sejarah aja
Indra    :Motorku hilang mana gak punya duit lagi jalan kaki deh malu dong
Elma    :Kasihan deh lo….
Indra   :Huu..h
Bersama-sama :Ha….ha….ha….

Keterangan
Tika ,Ulfa dan Mita sebagai pengunjung restoran
Indra sebagai preman
Elma sebagai pelayan restoran