Sabtu, 11 Oktober 2014
Mengenal Lebih Dekat Mohammad Natsir
Madju atau mundurnja salah satu kaum bergantung sebagian besar kepada peladjaran dan pendidikan
jang berlaku dalam kalangan mereka itu. Tak ada satu bangsa jang terbelakang menjadi madju, melainkan sesudahnja mengadakan dan memperbaiki didikan anak-anak dan pemuda-pemuda mereka.
Indonesia memiliki khazanah tokoh pembaharu dunia pendidikan Islam yang begitu banyak, para tokoh tersebut sangat intens dan menaruh perhatian besar tehadap perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan Islam. Mereka banyak melahirkan gerakan-gerakan yang baru, pemikiran-pemikiran yang segar bahkan gagasan-
gagasan yang cemerlang yang sesuai dengan tujuan dan arahan serta visi misi pendidikan Islam.
Sejarah Pondok Pesantren Dr. Mohammad Natsir
Pesantren Dr. Muhammad Natsir adalah satu dari beberapa pondok
pesantren modern yang ada di Sumatera Barat. Pesantren yang bergerak di
bidang pemberdayaan ekonomi pertanian dalam rangka otonomi finansial
pesantren ini terletak di Batubagiriak, Kenagarian Alahan Panjang,
Kabupaten Solok. Pesantren ini lahir dari keprihatinan beberapa orang
guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Alahan Panjang terhadap siswa-siswa
mereka yang sering terlambat membayar uang sekolah
Kamis, 30 Mei 2013
Ujian nasional Tak Perlu berdoa
Seperti tahun-tahun sebelumnya Ujian Nasional yang walaupun setiap
tahun diperdebatkan perlu atau tidaknya diselenggarakan tetap
dilaksanakan. untuk tahun ini akan dimulai besok. Walau sama Ujian
Nasional namanya tapi ada yang berbeda akahir-akhir ini. Menjelang ujian
nasional kecemasan meningkat, semua pihak merasa perlu menambah
belajar, guru menambah jam mengajarnya, kepala sekolah menambah jam
kehadirannya disekolah, pak camat menambah harinya berkunjung ke
sekolah, pak bupati menambah pesannya kepada guru. semua cemas.siswa
juga cemas terlebih setelah hasil TO beberapa kali tidak pernah lulus,
bagaimana nanti?luluskah saya?
Tapi aneh kecemasan tidak lagi terlihat dimata mereka tatkala ujian menjelang besok, tatkala ada pertemua khusus yang membicakan apa kita tidak tahu tapi bisa membaca apa. semua merasa pede besok ujian, lupa hasil To yang tak pernah lulus.
Itu keanehan pertama , keanehan kedua bila dulu menjelang musim ujian tiba siswa merasa perlu berdoa dan meminta petunjuk pada Allah, dilancarkan ujian, ditenangkan perasaan. Kini tidak lagi. malam yang biasanya diisi tahajjud dan doa panjang kini tidak terlihat lagi. Pertanda apakah ini?tidakkah ini hasil dari Ujian Nasional yang sudah keluar sebelum ujian dimulai? tidakkah ini sebuah kegagalan?kita gagal membuat mereak percaya pada dirinya, pada Tuhannya. mereka merasa seolah bisa lulus tanpa campur tangan Tuhan didalamnya, ini adalah sebuah kemalangan yang besar. Mereka merasa tidak perlu berdoa, karena Tuhan tidak bisa membantu, bantuanNya tidak jelas, tidak membuat lulus. Nauzubillah. inilah pesan yang kita tangkap dari pelaksanaan UN.
Tapi aneh kecemasan tidak lagi terlihat dimata mereka tatkala ujian menjelang besok, tatkala ada pertemua khusus yang membicakan apa kita tidak tahu tapi bisa membaca apa. semua merasa pede besok ujian, lupa hasil To yang tak pernah lulus.
Itu keanehan pertama , keanehan kedua bila dulu menjelang musim ujian tiba siswa merasa perlu berdoa dan meminta petunjuk pada Allah, dilancarkan ujian, ditenangkan perasaan. Kini tidak lagi. malam yang biasanya diisi tahajjud dan doa panjang kini tidak terlihat lagi. Pertanda apakah ini?tidakkah ini hasil dari Ujian Nasional yang sudah keluar sebelum ujian dimulai? tidakkah ini sebuah kegagalan?kita gagal membuat mereak percaya pada dirinya, pada Tuhannya. mereka merasa seolah bisa lulus tanpa campur tangan Tuhan didalamnya, ini adalah sebuah kemalangan yang besar. Mereka merasa tidak perlu berdoa, karena Tuhan tidak bisa membantu, bantuanNya tidak jelas, tidak membuat lulus. Nauzubillah. inilah pesan yang kita tangkap dari pelaksanaan UN.
apa yang lebih berharga?
hari minggu kemarin saya bersama 2 orang pembina dan 30 anak-anak
pergi ke Sianggai-angai. sebuah negeri yang terletak di kecamatan
Hiliran Gumanti. untuk mencapai daerah tersebut kami harus menempunya
dengan bus cateran dari Alahan Panjang, yang alamak cukup mahal untuk
kantong anak-anak. bus catran tidak bisa mengantarkan kami langsung ke
tujuan, terpaksa menurunkan kami di Lurah Gadang karena kondisi medan
tidak memungkinkan. kami berjalan kaki kurang lebih 5 km melalui jalan
penuh tanjakan dan pendakian.walau cukup melelah kan tapi bisa dilalui
dengan semangat. inilah salah satu rahasia kebersamaan.saya tidak bisa
membayangkan kalau sendirian melalui jalan ini pasti angkat tangan,tidak
sanggup.oya tujuan kami ke Sianggai-anggai untuk menjenguk salah
seorang alumni pondok yang sakit sudah lama. sarkawi namanya. alumni
yang dikenal baik semua orang yang pernah bertemu dengannya.
tepat jam 13.30 kami sampai di rumah sarkawi yang terletak diarel pesawahan untuk kesana harus menuruni jalan setapak yang cukuplicin karena habis diguyur hujan
masuk lewat jalan belakang saya harus berinsut-insut masuk keruang tengahkarena rombngan yang lain telah sampai terlebih dahulu.alangksah terkejutnya saya ketika menemukan sosok tubuh yang terbaring lemah ditutupi selimut merah,ia tersenyum dan menyapa semua orang terlihat bahwa dirinya ingin sekali berbicara dan mengetahui banyak terntang mereka.mendengar ceritanya tampak bahwa ia sangat ingin kembali ke kampus dan menyelesaikan kuliahnya, tapi sakit yang telah diderita sejak kurang lebih 2 ,5 tahun yang lalu menghalanginya. sayangnya ia tidak berobat ke rumah sakit hanya ke dukun kampung yang telah membuatnya sibuk memikirkan siapa yang mengiriminya penyakit, menduga-duga dan curiga.
tepat jam 13.30 kami sampai di rumah sarkawi yang terletak diarel pesawahan untuk kesana harus menuruni jalan setapak yang cukuplicin karena habis diguyur hujan
masuk lewat jalan belakang saya harus berinsut-insut masuk keruang tengahkarena rombngan yang lain telah sampai terlebih dahulu.alangksah terkejutnya saya ketika menemukan sosok tubuh yang terbaring lemah ditutupi selimut merah,ia tersenyum dan menyapa semua orang terlihat bahwa dirinya ingin sekali berbicara dan mengetahui banyak terntang mereka.mendengar ceritanya tampak bahwa ia sangat ingin kembali ke kampus dan menyelesaikan kuliahnya, tapi sakit yang telah diderita sejak kurang lebih 2 ,5 tahun yang lalu menghalanginya. sayangnya ia tidak berobat ke rumah sakit hanya ke dukun kampung yang telah membuatnya sibuk memikirkan siapa yang mengiriminya penyakit, menduga-duga dan curiga.
Aku Ingin
Aku ingin,aku mau, aku suka.Sering jika kita amati apa yang kita
lakukan didorong oleh alasan-alasan ini, aku ingin, aku mau dan aku
suka. kita pergi ke pasar karena ingin dan suka. kita pergi ke pantai
bersama seseorang yang buka mahram karena aku ingin, aku mau, aku suka.
kita menghabiskan uang yang kita punyai untuk membeli sesuatu yang tidak
bermanfaat karena aku ingin, mau, dan suka. Jika kita perdalam renungan
maka terlihat betapa egoisnya kita selama ini. kita melakukan seuatu,
berbuat sesuatu hanya karena keinginan, kemauan dan kesenangan belaka.
kita jarang memasukkan orang lain sebagai alasan berbuat sesuatu. karena yang berpikir sepeerti ini bukan lagi satu orang tapi hampir semua orang maka jadilah kita saat ini, tidak perdulian. Kita tidak perlu heran bila melihat seorang berpenampilan shaleh membiarkan kemaksiatan berlalu didepannya, bila seorang anak yang baik dalam pandangan kita membiarkan temannya maling.ia tetap shalat dan berdoa.
Apakah sebenarnya yang kita cari?apakah kita hidup sekedar menumpang didunia ini tanpa dibebani tanggungjawab?apakah semuanya harus berdasarkan keinginan,kemauan dan kesukaan belaka?
kita jarang memasukkan orang lain sebagai alasan berbuat sesuatu. karena yang berpikir sepeerti ini bukan lagi satu orang tapi hampir semua orang maka jadilah kita saat ini, tidak perdulian. Kita tidak perlu heran bila melihat seorang berpenampilan shaleh membiarkan kemaksiatan berlalu didepannya, bila seorang anak yang baik dalam pandangan kita membiarkan temannya maling.ia tetap shalat dan berdoa.
Apakah sebenarnya yang kita cari?apakah kita hidup sekedar menumpang didunia ini tanpa dibebani tanggungjawab?apakah semuanya harus berdasarkan keinginan,kemauan dan kesukaan belaka?
Mau Kemana Kita?
Tahun ini
tampaknya harus jadi tahun renungan buat Ponpes M.Natsir, jika masih
ingin bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat maka harus mau
berbenah dan menerima masukan. jika masih bertahan dengan pola-pola lama
maka akan tersisih. siapa mau menjadi pembina putri?mengapa kok
diantara kita lebih suka yang senang-senang?kerja mau gampang,
tanggungjawab mau sedikit. tidak mau bersulit-sulit. inilah kenapa sulit
benar mencari pembina yang mau bersusah-susah. bahkan kalau jadi guru
pun maunya yang mudah-mudah juga, RPP orang dijiplak sekedar untuk
memenuhi syarat, untuk apa?
persoalan pendidikan kita banyak. rendahnya angka kelulusan bukan masalah ada yang lebih memprihatinkan dari pada itu. pendidikan tidak lagi merubah seseorang. akhlaknya tidak semakin baik.
guru kadang juga seperti preman, berbicara sambil memukul meja. gurukah itu?
persoalan pendidikan kita banyak. rendahnya angka kelulusan bukan masalah ada yang lebih memprihatinkan dari pada itu. pendidikan tidak lagi merubah seseorang. akhlaknya tidak semakin baik.
guru kadang juga seperti preman, berbicara sambil memukul meja. gurukah itu?
Zakat, Infaq dan Shadaqoh
Ass wr wb,
Buat para sahabat yg ingin menyalurkan zakat, infak maupun shodaqoh di bulan yg penuh rahmat ini, bisa :
1.Transfer ke rek BRI Unit Alahan Panjang 33-21-2739 a/n Yayasan Nurul Iman (08197580426)
2. Datang langsung ke Panti Nurul Iman Batu Bagiriak Alahan Panjang Kabupaten Solok
Tks banyak, semoga Allah makin mencurahkan berkah dan rahmat kepada kita semua.
Wass wr wb.
Pengurus - Darman, BA
Buat para sahabat yg ingin menyalurkan zakat, infak maupun shodaqoh di bulan yg penuh rahmat ini, bisa :
1.Transfer ke rek BRI Unit Alahan Panjang 33-21-2739 a/n Yayasan Nurul Iman (08197580426)
2. Datang langsung ke Panti Nurul Iman Batu Bagiriak Alahan Panjang Kabupaten Solok
Tks banyak, semoga Allah makin mencurahkan berkah dan rahmat kepada kita semua.
Wass wr wb.
Pengurus - Darman, BA
Kecurangan UN
Kecurangan UN
sudah gawat kata Kompas.Com. Benar sekali, terjadi bahkan didepan mata
serasa mengiris-iris hati.apa yang bisa dilakukan guru jika pimpinannya
sendiri yang mengatur semua itu?haruskah bangga dengan kelulusan 100%
sementara kita tahu apa dilakukan untuk itu.Tujuannya tidak lain hanya
untuk mendapat siswa baru sebanyak-banyaknya. lantas merekapun diajar
untuk berbohong pada dirinya sendiri.Tidak, tidak tidak mari kita
berantas dan bongkar semua kebohongan itu.Masih layakkkah disebut guru
yang seperti itu?
buat saya guru adalah contoh kebaikan dan harus berusaha untuk itu.guru bukan untuk mengejar materi belaka, terlalu hina tujuan itu. harta ada dimana-mana, kekayaan bisa dicari.kenapa harus takut kehilangannya. toh bukan pimpinan yang memberinya, bukan pemerintah tapi Allah Yang Maha Kaya
Belum lagi budaya suap yang sepertinya sudah menjadi kelaziman. menjengkelkan sekali setiap pemeriksa datang selalu ada uang keluar untuk mereka. saya tidak yakin mereka tidak tahu bahwa penyuap dan yang disuap dua-duanya dineraka.
buat saya guru adalah contoh kebaikan dan harus berusaha untuk itu.guru bukan untuk mengejar materi belaka, terlalu hina tujuan itu. harta ada dimana-mana, kekayaan bisa dicari.kenapa harus takut kehilangannya. toh bukan pimpinan yang memberinya, bukan pemerintah tapi Allah Yang Maha Kaya
Belum lagi budaya suap yang sepertinya sudah menjadi kelaziman. menjengkelkan sekali setiap pemeriksa datang selalu ada uang keluar untuk mereka. saya tidak yakin mereka tidak tahu bahwa penyuap dan yang disuap dua-duanya dineraka.
Jalan-Jalan, Mengapa Harus dimusuhi
Kadang heran juga kita yang sudah jelas pergi kemana, dengan siapa kok malah kena denda.Jalan-jalan mungkin sepintas tidak ada gunanya, hanya menghabiskan waktu.Tapi ketika dilihat menyeluruh banyak keuntungan jalan-jalan, baik itu keuntungan untuk bersama maupun untuk diri sendiri. mereka yang doyan bepergian cendrung lebih cerdas dari pada yang menghabiskan waktu dikama asrama yang kemudian tergoda untuk merokok atau melakukan pekerjaan yang tidak berguna.jadi mana yang lebih pantas dihukum?
Selasa, 19 Maret 2013
Kamis, 27 Desember 2012
Hidup Adalah Masalah
Tentukan Hidupmu
Oleh : Rahmat Kusasi
Kita bukan monyet yang mengambil kelapa tapi kita adalah
orang yang memiliki kelapa itu. Ketika semua orang membutuhkannya, kelapa kita
siap untuk dipanen.
Kadang hidup begitu menyesakkan ketika kita tidak siap
untuk menghadapinya. Kita bukan api yang mau membakar apa yang ada tapi kita
adalah awan. Awan yang membawa keindahan dan kesejukan.
Bukan kaya yang kita harapkan bukan pangkat yang kita
inginkan tapi bagaimana kita bisa berguna bagi masyarakat. Coba bayangkan
ketika kita mendapat juara, ketika kita mendapatkan prestasi tinggi tapi saat itu hanya kita yang
merasa gembira dengan pencapaian itu, kita tidak berbagi, kita tidak perduli
dengan lingkungan sekitar. Kemudian bertanyalah pada diri kita sendiri
"apa gunanya aku juara" Kita belajar bukankah agar bisa berguna dalam
masyarakat? Tapi kenapa pada akhirnya begitu banyak diantara kita yang cuek,
tidak perduli pada orang lain, pada lingkungan kita? Kita semakin individualis.
Hidup bukan mainan bukan bola yang bisa ditentukan
arahnya oleh pemain bola tapi kita adalah pemain bola yang menentukan arah bola
itu silahkan pilih mau menjadi bola yang akan diombangkan oleh kehidupan atau
kita akan menjadi pemain bola yang akan menentukan arah kemana kehidupan kita.
Seorang guru pernah berkata bahwa hidup
ini seperti seorang petinju yang hanya mempunyai dua pilihan, bertahan atau
menyerang. Tampil menyerang berarti mencari kesempatan untuk menang, walaupun
peluang kalah juga terbuka. Pilihan bertahan mungkin menarik karena tidak
memerlukan energi ekstra, tapi sampai kapan? Bertahan sedikit sekali
menyediakan peluang untuk menang, sebaliknya sangat besar peluang buat kalah.
Kita mau yang mana?
Hidup ini adalah masalah. Tapi masalah itu bukan untuk
dipersoalkan tapi untuk diselesaikan. Jika kita ingin hidup tidak akan pernah
bisa lari dari masalah walau kamu masuk kedalam peti besi kemudian dikuburkan
sedalam 100 meter agar kamu tidak dapat masalah maka yang kamu lakukan itu
adalah masalah bahkan tergolong masalah besar.
Maka dapatlah kita ambil kesimpulan jika kamu ingin hidup
tanpa masalah maka cepatlah gali kuburan kamu sendiri tapi jika kamu siap untuk
mengahadapi masalah itu maka kamu sudah mulai bekerja untuk mendirikan istana
megah untuk kamu sendiri.
Sekarang kita dengan banyak remaja yang mati bunuh diri
karena hal-hal remeh. Konyol sekali karena apa yang mereka lakukan itu karena
tidak akan mampu membawanya keluar dari masalah Kau takkan bisa lari saat
kakimu patah tapi pikiranmu takkan penah berhenti kecauali kau mati. Kawan
putus asa bukan jalan terbaik untuk alasan apapun karena tidak pernah ada dalam
sejarah orang yang putus asa berhasil. Kita pasti pernah mendengar Thomas Alfa
Edison, penemu lampu listrik yang terkenal itu. Seandainya si Thomas putus asa
ketika tidak berhasil Dialah orangnya buka aku Banyak manusaia didunia,ada yang
megatakan bahwa aku adalah orang mempuyai kemampuan untuk memperbaharui suatu
hal,mendiskripsi kemungkinan yang akan terjadi.
Penulis adalah Ketua KIR Ponpes M.Natsir Alahan Panjang
Jiwa Yang Tegar
Jiwa
Yang Tegar
Oleh
:Ali Usman
Ku
lihat kau seperti air
Yang
selalu berjuang
untuk
menuju ketujan
Ku
lihat kau seperti air
Lelah,derita tak pernah gelisah
Tapi
….
hanya
harapan
keluargamu
dan bangsamu
hanya
satu di benakmu merdeka
tak
kau pikirkan nyawa,harta,benda
demi
tercapainya cita-cita
bangsa
yang merdeka
batin
yang bahagia
Kini
kau berjuang gagah perkasa
Melawan
tentara berjiwa serigala
Tapi
kau seperti bangunan menara
Selalu
teguh pendirian dari semula
Kau
ambil batu
Kau
ayunkan tangan
Seperti
senjata pemusnah masa
SEJARAH PREMAN TERULANG KEMBALI
SEJARAH PREMAN
TERULANG KEMBALI
Disebuah restoran tika dan ulfa sedang makan siang
Tika : Aku baru sekali ini
makan disini ternyata makanan disini enak juga ya
Ulfa : Kamu nggak percaya
sich,kan aku
udah bilang kemaren
Tika : Ya deh, untuk kedepan
aku nurut aja deh
Mita :Iya, kamu ini Tik ego aja yang di nomor satukan .
Tiba –tiba….
Indra : Pelayan (sambil menepuk
meja ) teh es satu nggak pakek lama
Elma : I i..i…ya mas paman
e.e…eh mas preman
Setelah teh es di minum
Indra : Apa –paan ini teh apa
ini? Gak ada rasanya, kamu bisa nggak sih jadi pelayan
Elma : Ss….sory mas, bisa
diganti kok
Indra : Nggak usah, buang waktu
aja aku disini, seharusnya aku sudah bisa malakin
dua orang sejak tadi.
Sementara itu…….
Tika : Alah gayanya aja
Ulfa : Ya tuh, paling-paling dia
itu preman gadungan
Mita : Nggak gadungan tapi
kacangan
Kemudian……
Elma : Mas…mas bayarannya
Indra : Apa, bayaran? Buat
minuman aja nggak becus, dasar pelayan goblok (sambil berjalan keluar)
Tika : Orang kayak gitu pasti akan mendapat karmanya
Ulfa :Mudah-mudahan
Mita :Kita doa'in aja
Preman pergi keluar dan suatu hal yang tidak diinginkannya terjadi
kembali
Indra : Emm..ak motorku hilang
Lalu preman masuk ke dalam restoran lagi
Indra : Hai..kalian semua, siapa
yang mencuri motorku
Tika : Aneh nih orang , motor
hilang diluar,cari ke dalam mana ketemu
Ulva : Emang motor bisa
dimasukin kesaku
Mita : Motor mainan kali
Indra : ( dengan nada marah ) Hai,
kalian,anak ingusan ikut campur urusan orang pokoknya
kalau sampai motorku tak ketemu peristiwa yang lalu seperti di PA akan terulang lagi disini
Tika : Peristiwa sebulan yang
lalu?
Ulva : Emang peristiwanya apa?
Mita : Kayak peristiwa sejarah
aja
Indra :Motorku hilang mana gak
punya duit lagi jalan kaki deh malu dong
Elma :Kasihan deh lo….
Indra :Huu..h
Bersama-sama :Ha….ha….ha….
Keterangan
Tika ,Ulfa dan Mita sebagai pengunjung restoran
Indra sebagai preman
Elma sebagai pelayan restoran




