Ikatan alumni pondok pesantren Dr. M. Natsir (IKAPM) merupakan wadah silaturrahim dan pembinaan santri/ah
dan alumni yang aktif dan responsif terhadap kondisi pondok pesantren Dr. M.Natsir dan kondisi sosial
kemasyarakatan. Menjadi santri/ah pondok pesantren Dr. M.Natsir adalah suatu kebanggaan. Kenangan semasa
sekolah yang penuh dinamika merupakan proses pembentukan jati diri menjadi manusia dewasa yang penuh dengan cita-cita. Masa yang penuh dengan kreatifitas pengembangan kepribadian, penggalian dasar-dasar keilmuan, penanaman kepedulian dan persiapan menuju masa depan.
Pondok pesantren Dr. M.Natsir berperan penting dalam membentuk pribadi santri/ah yang beriman kepada Allah SWT,
berakhlak mulia, berwawasan luas, profesional, intelektual dan mampu menjadi penerus agama dan bangsa.. Penggalian
ilmu semasa di pondok pesantren Dr. M.Natsir sudah kita kembangkan dan aplikasikan dalam karya. Ilmu yang diberikan
para guru dengan ikhlas telah mampu mengantar, mengenang kembali kebersamaan yang penuh dengan kekeluargaan, keceriaan, kesetiakawanan yang sangat kuat. Kebahagiaan saat belajar bersama, tinggal bersama, dan makan bersama dulu rasanya baru kemarin ditingggalkan. Tak terasa sudah sekian tahun tak berjumpa, dalam hal ini para alumni pondok pesantren Dr. M.Natsir telah banyak meluluskan santri/ah nya dan telah tersebar di berbagai daerah untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, bekerja, pengabdian masyarakat yang diwarnai dengan pengaplikasian ilmu yang telah di peroleh dari pondok pesantren Dr. M.Natsir dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pemikiran tersebut, maka ikatan alumni pondok pesantren Dr. M.Natsir (IKAPM) bermaksud mengadakan reuni akbar keluarga besar pondok pesantren Dr. M.Natsir dengan tema “Hati Nan Taimbau Lah Taragak Pulang, Taingek Maso Lalu Nak Maliek Wajah Baru, Hati Nan Taharu Mangana Jaso Guru”. Semoga kegiatan ini dapat memperkuat ukhuwah islamiyah keluarga besar pondok pesantren Dr. M.Natsir dan bersama-sama merumuskan kontribusi positif untuk kebaikan dan kemajuan pondok pesantren Dr. M.Natsir Alahan Panjang dan masyarakat.


0 komentar:
Posting Komentar