Kamis, 30 Mei 2013

Ujian nasional Tak Perlu berdoa

Seperti tahun-tahun sebelumnya Ujian Nasional yang walaupun setiap tahun diperdebatkan perlu atau tidaknya diselenggarakan tetap dilaksanakan. untuk tahun ini akan dimulai besok. Walau sama Ujian Nasional namanya tapi ada yang berbeda akahir-akhir ini. Menjelang ujian nasional kecemasan meningkat, semua pihak merasa perlu menambah belajar, guru menambah jam mengajarnya, kepala sekolah menambah jam kehadirannya disekolah, pak camat menambah harinya berkunjung ke sekolah, pak bupati menambah pesannya kepada guru. semua cemas.siswa juga cemas terlebih setelah hasil TO beberapa kali tidak pernah lulus, bagaimana nanti?luluskah saya?
Tapi aneh kecemasan tidak lagi terlihat dimata mereka tatkala ujian menjelang besok, tatkala ada pertemua khusus yang membicakan apa kita tidak tahu tapi bisa membaca apa. semua merasa pede besok ujian, lupa hasil To yang tak pernah lulus.
Itu keanehan pertama , keanehan kedua bila dulu menjelang musim ujian tiba siswa merasa perlu berdoa dan meminta petunjuk pada Allah, dilancarkan ujian, ditenangkan perasaan. Kini tidak lagi. malam yang biasanya diisi tahajjud dan doa panjang kini tidak terlihat lagi. Pertanda apakah ini?tidakkah ini hasil dari Ujian Nasional yang sudah keluar sebelum ujian dimulai? tidakkah ini sebuah kegagalan?kita gagal membuat mereak percaya pada dirinya, pada Tuhannya. mereka merasa seolah bisa lulus tanpa campur tangan Tuhan didalamnya, ini adalah sebuah kemalangan yang besar. Mereka merasa tidak perlu berdoa, karena Tuhan tidak bisa membantu, bantuanNya tidak jelas, tidak membuat lulus. Nauzubillah. inilah pesan yang kita tangkap dari pelaksanaan UN.

0 komentar:

Posting Komentar