Kamis, 30 Mei 2013

apa yang lebih berharga?

hari minggu kemarin saya bersama 2 orang pembina dan 30 anak-anak pergi ke Sianggai-angai. sebuah negeri yang terletak di kecamatan Hiliran Gumanti. untuk mencapai daerah tersebut kami harus menempunya dengan bus cateran dari Alahan Panjang, yang alamak cukup mahal untuk kantong anak-anak. bus catran tidak bisa mengantarkan kami langsung ke tujuan, terpaksa menurunkan kami di Lurah Gadang karena kondisi medan tidak memungkinkan. kami berjalan kaki kurang lebih 5 km melalui jalan penuh tanjakan dan pendakian.walau cukup melelah kan tapi bisa dilalui dengan semangat. inilah salah satu rahasia kebersamaan.saya tidak bisa membayangkan kalau sendirian melalui jalan ini pasti angkat tangan,tidak sanggup.oya tujuan kami ke Sianggai-anggai untuk menjenguk salah seorang alumni pondok yang sakit sudah lama. sarkawi namanya. alumni yang dikenal baik semua orang yang pernah bertemu dengannya.
tepat jam 13.30 kami sampai di rumah sarkawi yang terletak diarel pesawahan untuk kesana harus menuruni jalan setapak yang cukuplicin karena habis diguyur hujan
masuk lewat jalan belakang saya harus berinsut-insut masuk keruang tengahkarena rombngan yang lain telah sampai terlebih dahulu.alangksah terkejutnya saya ketika menemukan sosok tubuh yang terbaring lemah ditutupi selimut merah,ia tersenyum dan menyapa semua orang terlihat bahwa dirinya ingin sekali berbicara dan mengetahui banyak terntang mereka.mendengar ceritanya tampak bahwa ia sangat ingin kembali ke kampus dan menyelesaikan kuliahnya, tapi sakit yang telah diderita sejak kurang lebih 2 ,5 tahun yang lalu menghalanginya. sayangnya ia tidak berobat ke rumah sakit hanya ke dukun kampung yang telah membuatnya sibuk memikirkan siapa yang mengiriminya penyakit, menduga-duga dan curiga.

0 komentar:

Posting Komentar