Skip to content
hari minggu kemarin saya bersama 2 orang pembina dan 30 anak-anak
pergi ke Sianggai-angai. sebuah negeri yang terletak di kecamatan
Hiliran Gumanti. untuk mencapai daerah tersebut kami harus menempunya
dengan bus cateran dari Alahan Panjang, yang alamak cukup mahal untuk
kantong anak-anak. bus catran tidak bisa mengantarkan kami langsung ke
tujuan, terpaksa menurunkan kami di Lurah Gadang karena kondisi medan
tidak memungkinkan. kami berjalan kaki kurang lebih 5 km melalui jalan
penuh tanjakan dan pendakian.walau cukup melelah kan tapi bisa dilalui
dengan semangat. inilah salah satu rahasia kebersamaan.saya tidak bisa
membayangkan kalau sendirian melalui jalan ini pasti angkat tangan,tidak
sanggup.oya tujuan kami ke Sianggai-anggai untuk menjenguk salah
seorang alumni pondok yang sakit sudah lama. sarkawi namanya. alumni
yang dikenal baik semua orang yang pernah bertemu dengannya.
tepat
jam 13.30 kami sampai di rumah sarkawi yang terletak diarel pesawahan
untuk kesana harus menuruni jalan setapak yang cukuplicin karena habis
diguyur hujan
masuk lewat jalan belakang saya harus berinsut-insut
masuk keruang tengahkarena rombngan yang lain telah sampai terlebih
dahulu.alangksah terkejutnya saya ketika menemukan sosok tubuh yang
terbaring lemah ditutupi selimut merah,ia tersenyum dan menyapa semua
orang terlihat bahwa dirinya ingin sekali berbicara dan mengetahui
banyak terntang mereka.mendengar ceritanya tampak bahwa ia sangat ingin
kembali ke kampus dan menyelesaikan kuliahnya, tapi sakit yang telah
diderita sejak kurang lebih 2 ,5 tahun yang lalu menghalanginya.
sayangnya ia tidak berobat ke rumah sakit hanya ke dukun kampung yang
telah membuatnya sibuk memikirkan siapa yang mengiriminya penyakit,
menduga-duga dan curiga.
0 komentar:
Posting Komentar