Kecurangan UN
sudah gawat kata Kompas.Com. Benar sekali, terjadi bahkan didepan mata
serasa mengiris-iris hati.apa yang bisa dilakukan guru jika pimpinannya
sendiri yang mengatur semua itu?haruskah bangga dengan kelulusan 100%
sementara kita tahu apa dilakukan untuk itu.Tujuannya tidak lain hanya
untuk mendapat siswa baru sebanyak-banyaknya. lantas merekapun diajar
untuk berbohong pada dirinya sendiri.Tidak, tidak tidak mari kita
berantas dan bongkar semua kebohongan itu.Masih layakkkah disebut guru
yang seperti itu?
buat saya guru adalah contoh kebaikan dan harus berusaha untuk itu.guru bukan untuk mengejar materi belaka, terlalu hina tujuan itu. harta ada dimana-mana, kekayaan bisa dicari.kenapa harus takut kehilangannya. toh bukan pimpinan yang memberinya, bukan pemerintah tapi Allah Yang Maha Kaya
Belum lagi budaya suap yang sepertinya sudah menjadi kelaziman. menjengkelkan sekali setiap pemeriksa datang selalu ada uang keluar untuk mereka. saya tidak yakin mereka tidak tahu bahwa penyuap dan yang disuap dua-duanya dineraka.
buat saya guru adalah contoh kebaikan dan harus berusaha untuk itu.guru bukan untuk mengejar materi belaka, terlalu hina tujuan itu. harta ada dimana-mana, kekayaan bisa dicari.kenapa harus takut kehilangannya. toh bukan pimpinan yang memberinya, bukan pemerintah tapi Allah Yang Maha Kaya
Belum lagi budaya suap yang sepertinya sudah menjadi kelaziman. menjengkelkan sekali setiap pemeriksa datang selalu ada uang keluar untuk mereka. saya tidak yakin mereka tidak tahu bahwa penyuap dan yang disuap dua-duanya dineraka.

0 komentar:
Posting Komentar