Sabtu, 11 Oktober 2014

Sejarah Pondok Pesantren Dr. Mohammad Natsir

Pesantren Dr. Muhammad Natsir adalah satu dari beberapa pondok pesantren modern yang ada di Sumatera Barat. Pesantren yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi pertanian dalam rangka otonomi finansial pesantren ini terletak di Batubagiriak, Kenagarian Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Pesantren ini lahir dari keprihatinan beberapa orang guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Alahan Panjang terhadap siswa-siswa mereka yang sering terlambat membayar uang sekolah
(SPP). Setelah dipelajari lebih jauh, kondisi tersebut ternyata disebabkan oleh faktor kemiskinan yang jika dibiarkan tidak tertutup kemungkinan dapat mengganggu hak-hak anak untuk mendapat pengajaran. Karena itu, muncul inisiatif dari beberapa orang guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Alahan Panjang untuk mendirikan sebuah sekolah yang mampu mengatasi kesulitan masyarakat miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Sejak tahun 1992, rencana mendirikan sekolah tersebut sudah mulai dibicarakan dengan berbagai komponen dan tokoh masyarakat Batubagiriak, Kenagarian Alahan Panjang. Pertemuan pertama diadakan di Mushalla Nurul Iman, yaitu mushalla masyarakat Batubagiriak yang hingga saat ini masih digunakan oleh Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir sebagai tempat belajar murid-murid madrasah diniyah awaliyah (MDA). Respon masyarakat Batubagiriak, Alahan Panjang, sangat positif terhadap rencana pendirian sekolah yang merupakan cikal bakal pesantren tersebut. Hal ini terlihat dari kerelaan hati mereka memberikan harta benda berupa uang, emas, binatang ternak dan beberapa lahan di sekitar mushalla Nurul Iman sebagai modal bagi pendirian pesantren.
Setelah pertemuan pertama tahun 1992 hingga dimulainya pembangunan Pondok Pesantren Dr. Muhammad Nasir, para pendiri dan tokoh masyarakat Batubagiriak mulai mengintensifkan kegiatan keagamaan di Mushalla Nurul Iman berupa pengajian satu kali dalam seminggu dengan tujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan, terutama pendidikan agama terhadap generasi muda. Para ustadz yang mengisi pengajian itu didatangkan dari berbagai daerah di Sumatera Barat, seperti Solok, Padang Panjang, Bukittinggi dan Padang.
Pembangunan Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir dimulai dengan pembentukan yayasan yang bernama Yayasan Nurul Iman, yaitu nama yang disesuaikan dengan nama mushalla yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat Batubagiriak, Kenagarian Alahan Panjang. Yayasan tersebut memiliki visi menjadi yayasan terbaik, terkemuka, terpercaya, modern dan membanggakan masyarakat Batubagiriak, Alahan Panjang. Adapun misi yang diusung oleh Yayasan Nurul Iman adalah; pertama, menyelenggarakan amal usaha sosial yang profesional, berkualitas dan mampu mengantarkan santri dan masyarakat kepada kesejahteraan lahir-batin; kedua, menyelenggarakan pendidikan akademik yang Islami, profesional, berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman; ketiga, menciptakan pembinaan anak didik dalam pesantren untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia dan berguna bagi umat dan negara; keempat, membangun dakwah dalam rangka terciptanya masyarakat yang Islami; kelima, membangun amal usaha ekonomi produktif yang berhasil guna, berfungsi guna, dan bernilai guna bagi kesejahteraan umat; keenam, melaksanakan kerja sama dengan berbagai lembaga dan institusi lain, pemerintah dan swasta dalam upaya meningkatkan mutu yayasan, pendidikan dan lapangan kerja, serta pembinaan dengan stakeholder lainnya.
Sarana pendidikan pertama yang dibangun sebagai tahap awal bagi pendirian pesantren adalah mesjid Nurul Iman dan Panti Asuhan yang sekarang ini berlokasi di komplek Yayasan Nurul Iman yang menaungi pendidikan Pesantren Dr. Muhammad Natsir. Pada tahun yang sama dimulai pula pembangunan gedung yayasan, sekolah, asrama dan sarana lainnya yang menunjang proses pendidikan.
Pemberian nama pesantren didasarkan atas usulan beberapa tokoh masyarakat yang ingin mengabadikan nama salah seorang ulama dan tokoh nasional yang berasal dari Alahan Panjang, yaitu Dr. Muhammad Natsir. Selain keinginan mengabadikan nama besar Dr. Muhammad Natsir, para pendiri pesantren dan tokoh masyarakat Alahan Panjang juga terinspirasi oleh semangat perjuangan tokoh tersebut yang pada masa berikutnya sangat mewarnai misi pendidikan pesantren, yaitu; pertama, memajukan pendidikan agama Islam seperti yang dicita-citakan oleh Dr. Muhammad Natsir: kedua, memajukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; ketiga, membangun masyarakat yang Islami; keempat, melahirkan santri-santri mujahid dakwah yang memiliki keahlian dan keterampilan.
Yayasan Nurul Iman saat ini mengelola tiga tingkatan pendidikan atas nama pondok pesantren terpadu Dr. Muhammad Natsir, yaitu pendidian anak usia dini (PAUD dan TK), madrasah tsanawiyah (MTs) dan sekolah menengah atas (SMA). Ketiga tingkatan pendidikan tersebut terletak pada dua lokasi dengan jarak yang tidak berjauhan di Batubagiriak, Kenagarian Alahan Panjang. PAUD dan TK bertempat di komplek yayasan Nurul Iman. Selain itu, komplek yayasan Nurul Iman juga terdiri dari bangunan lainnya, yaitu mesjid, mushalla, asrama putra-putri, panti asuhan dan dapur pesantren. Sementara, Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengah Atas (SMA) terletak di sebelah Barat komplek yayasan dengan jarak sekitar 500 meter.
Komplek yayasan Nurul Iman terletak di tengah-tengah perkampungan penduduk Batubagiriak, Kenagarian Alahan Panjang. Sementara Mesjid Nurul Iman yang terdapat di lingkungan yayasan tersebut masih menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Batubagiriak. Setiap masuk waktu shalat masyarakat dan para santri Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir melaksanakan shalat jema’ah bersama-sama,(Observasi, 22-04-2011). Kaharuddin, seorang tokoh masyarakat Batubagiriak mengatakan bahwa mesjid di komplek yayasan Nurul Iman hingga kini masih merupakan pusat kegiatan keagamaan masyarakat, seperti peringatan hari besar agama dan shalat tarwih di bulan Ramadhan.
Secara geografis, madrasah tsanawiyah dan sekolah menengah atas (SMA) pondok pesantren terpadu Dr. Muhammad Natsir berada pada lokasi strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat karena terletak di pingir jalan Padang, Solok dan Muara Labuh. Di samping itu, Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir juga berada di lokasi yang memiliki pemandangan alam yang indah. Sebelah Timur, Utara dan Selatan kelihatan lahan pertanian masyarakat yang luas dan daerah perbukitan. Sebelah Barat, tepatnya di depan pondok pesantren dengan jarak sekitar 1.5 kilo meter kelihatan pemandangan danau di Atas yang banyak dikunjungi oleh wisatawan demestik dan macanegara, terutama pada hari-hari libur.

1 komentar:

  1. Jas bertambal angku M. Natsir menjadi inspirasi oleh generasi saai ini, rajo pandu di lahirkan di tempat peristirahatan syekh. H Rafi i kiramat, sianggai2 hiliran...

    BalasHapus