Pesantren Dr. Muhammad Natsir adalah satu dari beberapa pondok
pesantren modern yang ada di Sumatera Barat. Pesantren yang bergerak di
bidang pemberdayaan ekonomi pertanian dalam rangka otonomi finansial
pesantren ini terletak di Batubagiriak, Kenagarian Alahan Panjang,
Kabupaten Solok. Pesantren ini lahir dari keprihatinan beberapa orang
guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Alahan Panjang terhadap siswa-siswa
mereka yang sering terlambat membayar uang sekolah
(SPP). Setelah
dipelajari lebih jauh, kondisi tersebut ternyata disebabkan oleh faktor
kemiskinan yang jika dibiarkan tidak tertutup kemungkinan dapat
mengganggu hak-hak anak untuk mendapat pengajaran. Karena itu, muncul
inisiatif dari beberapa orang guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri
Alahan Panjang untuk mendirikan sebuah sekolah yang mampu mengatasi
kesulitan masyarakat miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Sejak tahun 1992, rencana mendirikan sekolah tersebut sudah mulai
dibicarakan dengan berbagai komponen dan tokoh masyarakat Batubagiriak,
Kenagarian Alahan Panjang. Pertemuan pertama diadakan di Mushalla Nurul
Iman, yaitu mushalla masyarakat Batubagiriak yang hingga saat ini masih
digunakan oleh Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir sebagai tempat
belajar murid-murid madrasah diniyah awaliyah (MDA). Respon masyarakat
Batubagiriak, Alahan Panjang, sangat positif terhadap rencana pendirian
sekolah yang merupakan cikal bakal pesantren tersebut. Hal ini terlihat
dari kerelaan hati mereka memberikan harta benda berupa uang, emas,
binatang ternak dan beberapa lahan di sekitar mushalla Nurul Iman
sebagai modal bagi pendirian pesantren.
Setelah pertemuan pertama tahun 1992 hingga dimulainya
pembangunan Pondok Pesantren Dr. Muhammad Nasir, para pendiri dan tokoh
masyarakat Batubagiriak mulai mengintensifkan kegiatan keagamaan di
Mushalla Nurul Iman berupa pengajian satu kali dalam seminggu dengan
tujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya
pendidikan, terutama pendidikan agama terhadap generasi muda. Para
ustadz yang mengisi pengajian itu didatangkan dari berbagai daerah di
Sumatera Barat, seperti Solok, Padang Panjang, Bukittinggi dan Padang.
Pembangunan Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir dimulai dengan
pembentukan yayasan yang bernama Yayasan Nurul Iman, yaitu nama yang
disesuaikan dengan nama mushalla yang menjadi pusat aktivitas keagamaan
masyarakat Batubagiriak, Kenagarian Alahan Panjang. Yayasan tersebut
memiliki visi menjadi yayasan terbaik, terkemuka, terpercaya, modern dan
membanggakan masyarakat Batubagiriak, Alahan Panjang. Adapun misi yang
diusung oleh Yayasan Nurul Iman adalah; pertama,
menyelenggarakan amal usaha sosial yang profesional, berkualitas dan
mampu mengantarkan santri dan masyarakat kepada kesejahteraan
lahir-batin; kedua, menyelenggarakan pendidikan akademik yang Islami, profesional, berkualitas dan mampu menjawab tantangan zaman; ketiga,
menciptakan pembinaan anak didik dalam pesantren untuk pengembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia dan berguna bagi umat
dan negara; keempat, membangun dakwah dalam rangka terciptanya masyarakat yang Islami; kelima, membangun amal usaha ekonomi produktif yang berhasil guna, berfungsi guna, dan bernilai guna bagi kesejahteraan umat; keenam,
melaksanakan kerja sama dengan berbagai lembaga dan institusi lain,
pemerintah dan swasta dalam upaya meningkatkan mutu yayasan, pendidikan
dan lapangan kerja, serta pembinaan dengan stakeholder lainnya.
Sarana pendidikan pertama yang dibangun sebagai tahap awal bagi
pendirian pesantren adalah mesjid Nurul Iman dan Panti Asuhan yang
sekarang ini berlokasi di komplek Yayasan Nurul Iman yang menaungi
pendidikan Pesantren Dr. Muhammad Natsir. Pada tahun yang sama dimulai
pula pembangunan gedung yayasan, sekolah, asrama dan sarana lainnya yang
menunjang proses pendidikan.
Pemberian nama pesantren didasarkan atas usulan beberapa tokoh
masyarakat yang ingin mengabadikan nama salah seorang ulama dan tokoh
nasional yang berasal dari Alahan Panjang, yaitu Dr. Muhammad Natsir.
Selain keinginan mengabadikan nama besar Dr. Muhammad Natsir, para
pendiri pesantren dan tokoh masyarakat Alahan Panjang juga terinspirasi
oleh semangat perjuangan tokoh tersebut yang pada masa berikutnya sangat
mewarnai misi pendidikan pesantren, yaitu; pertama, memajukan pendidikan agama Islam seperti yang dicita-citakan oleh Dr. Muhammad Natsir: kedua, memajukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; ketiga, membangun masyarakat yang Islami; keempat, melahirkan santri-santri mujahid dakwah yang memiliki keahlian dan keterampilan.
Yayasan Nurul Iman saat ini mengelola tiga tingkatan pendidikan atas
nama pondok pesantren terpadu Dr. Muhammad Natsir, yaitu pendidian anak
usia dini (PAUD dan TK), madrasah tsanawiyah (MTs) dan sekolah menengah
atas (SMA). Ketiga tingkatan pendidikan tersebut terletak pada dua
lokasi dengan jarak yang tidak berjauhan di Batubagiriak, Kenagarian
Alahan Panjang. PAUD dan TK bertempat di komplek yayasan Nurul Iman.
Selain itu, komplek yayasan Nurul Iman juga terdiri dari bangunan
lainnya, yaitu mesjid, mushalla, asrama putra-putri, panti asuhan dan
dapur pesantren. Sementara, Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengah
Atas (SMA) terletak di sebelah Barat komplek yayasan dengan jarak
sekitar 500 meter.
Komplek yayasan Nurul Iman terletak di tengah-tengah perkampungan
penduduk Batubagiriak, Kenagarian Alahan Panjang. Sementara Mesjid Nurul
Iman yang terdapat di lingkungan yayasan tersebut masih menjadi pusat
kegiatan keagamaan masyarakat Batubagiriak. Setiap masuk waktu shalat
masyarakat dan para santri Pondok Pesantren Dr. Muhammad Natsir
melaksanakan shalat jema’ah bersama-sama,(Observasi, 22-04-2011).
Kaharuddin, seorang tokoh masyarakat Batubagiriak mengatakan bahwa
mesjid di komplek yayasan Nurul Iman hingga kini masih merupakan pusat
kegiatan keagamaan masyarakat, seperti peringatan hari besar agama dan
shalat tarwih di bulan Ramadhan.
Secara geografis, madrasah tsanawiyah dan sekolah menengah atas (SMA)
pondok pesantren terpadu Dr. Muhammad Natsir berada pada lokasi
strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat karena terletak di pingir
jalan Padang, Solok dan Muara Labuh. Di samping itu, Pondok Pesantren
Dr. Muhammad Natsir juga berada di lokasi yang memiliki pemandangan alam
yang indah. Sebelah Timur, Utara dan Selatan kelihatan lahan pertanian
masyarakat yang luas dan daerah perbukitan. Sebelah Barat, tepatnya di
depan pondok pesantren dengan jarak sekitar 1.5 kilo meter kelihatan
pemandangan danau di Atas yang banyak dikunjungi oleh wisatawan demestik
dan macanegara, terutama pada hari-hari libur.


Jas bertambal angku M. Natsir menjadi inspirasi oleh generasi saai ini, rajo pandu di lahirkan di tempat peristirahatan syekh. H Rafi i kiramat, sianggai2 hiliran...
BalasHapus