kita jarang memasukkan orang lain sebagai alasan berbuat sesuatu. karena yang berpikir sepeerti ini bukan lagi satu orang tapi hampir semua orang maka jadilah kita saat ini, tidak perdulian. Kita tidak perlu heran bila melihat seorang berpenampilan shaleh membiarkan kemaksiatan berlalu didepannya, bila seorang anak yang baik dalam pandangan kita membiarkan temannya maling.ia tetap shalat dan berdoa.
Apakah sebenarnya yang kita cari?apakah kita hidup sekedar menumpang didunia ini tanpa dibebani tanggungjawab?apakah semuanya harus berdasarkan keinginan,kemauan dan kesukaan belaka?

0 komentar:
Posting Komentar