Kamis, 27 Desember 2012

Hidup Adalah Masalah



Tentukan Hidupmu
 Oleh : Rahmat Kusasi


            Kita bukan monyet yang mengambil kelapa tapi kita adalah orang yang memiliki kelapa itu. Ketika semua orang membutuhkannya, kelapa kita siap untuk dipanen.
            Kadang hidup begitu menyesakkan ketika kita tidak siap untuk menghadapinya. Kita bukan api yang mau membakar apa yang ada tapi kita adalah awan. Awan yang membawa keindahan dan kesejukan.
            Bukan kaya yang kita harapkan bukan pangkat yang kita inginkan tapi bagaimana kita bisa berguna bagi masyarakat. Coba bayangkan ketika kita mendapat juara, ketika kita mendapatkan prestasi tinggi tapi saat itu hanya kita yang merasa gembira dengan pencapaian itu, kita tidak berbagi, kita tidak perduli dengan lingkungan sekitar. Kemudian bertanyalah pada diri kita sendiri "apa gunanya aku juara" Kita belajar bukankah agar bisa berguna dalam masyarakat? Tapi kenapa pada akhirnya begitu banyak diantara kita yang cuek, tidak perduli pada orang lain, pada lingkungan kita? Kita semakin individualis.
            Hidup bukan mainan bukan bola yang bisa ditentukan arahnya oleh pemain bola tapi kita adalah pemain bola yang menentukan arah bola itu silahkan pilih mau menjadi bola yang akan diombangkan oleh kehidupan atau kita akan menjadi pemain bola yang akan menentukan arah kemana kehidupan kita. Seorang guru pernah berkata  bahwa hidup ini seperti seorang petinju yang hanya mempunyai dua pilihan, bertahan atau menyerang. Tampil menyerang berarti mencari kesempatan untuk menang, walaupun peluang kalah juga terbuka. Pilihan bertahan mungkin menarik karena tidak memerlukan energi ekstra, tapi sampai kapan? Bertahan sedikit sekali menyediakan peluang untuk menang, sebaliknya sangat besar peluang buat kalah. Kita mau yang mana?
            Hidup ini adalah masalah. Tapi masalah itu bukan untuk dipersoalkan tapi untuk diselesaikan. Jika kita ingin hidup tidak akan pernah bisa lari dari masalah walau kamu masuk kedalam peti besi kemudian dikuburkan sedalam 100 meter agar kamu tidak dapat masalah maka yang kamu lakukan itu adalah masalah bahkan tergolong masalah besar.
            Maka dapatlah kita ambil kesimpulan jika kamu ingin hidup tanpa masalah maka cepatlah gali kuburan kamu sendiri tapi jika kamu siap untuk mengahadapi masalah itu maka kamu sudah mulai bekerja untuk mendirikan istana megah untuk kamu sendiri.
            Sekarang kita dengan banyak remaja yang mati bunuh diri karena hal-hal remeh. Konyol sekali karena apa yang mereka lakukan itu karena tidak akan mampu membawanya keluar dari masalah Kau takkan bisa lari saat kakimu patah tapi pikiranmu takkan penah berhenti kecauali kau mati. Kawan putus asa bukan jalan terbaik untuk alasan apapun karena tidak pernah ada dalam sejarah orang yang putus asa berhasil. Kita pasti pernah mendengar Thomas Alfa Edison, penemu lampu listrik yang terkenal itu. Seandainya si Thomas putus asa ketika tidak berhasil Dialah orangnya buka aku Banyak manusaia didunia,ada yang megatakan bahwa aku adalah orang mempuyai kemampuan untuk memperbaharui suatu hal,mendiskripsi kemungkinan yang akan terjadi.
Penulis adalah Ketua KIR Ponpes M.Natsir Alahan Panjang








Jiwa Yang Tegar



Jiwa Yang Tegar
Oleh :Ali Usman

Ku lihat kau seperti air
Yang selalu berjuang
untuk menuju ketujan

Ku lihat kau seperti air
Lelah,derita tak pernah gelisah
Tapi ….
hanya harapan
keluargamu dan bangsamu
hanya satu di benakmu merdeka

tak kau pikirkan nyawa,harta,benda
demi tercapainya cita-cita
bangsa yang merdeka
batin yang bahagia

Kini kau berjuang gagah perkasa
Melawan tentara berjiwa serigala
Tapi kau seperti bangunan menara
Selalu teguh pendirian dari semula

Kau ambil batu
Kau ayunkan tangan
Seperti senjata pemusnah masa 

SEJARAH PREMAN TERULANG KEMBALI



SEJARAH PREMAN TERULANG KEMBALI

Disebuah restoran tika dan ulfa sedang makan siang

Tika     : Aku baru sekali ini makan disini ternyata makanan disini enak juga ya
Ulfa     : Kamu nggak percaya sich,kan aku udah bilang kemaren
Tika     : Ya deh, untuk kedepan aku nurut aja deh
Mita     :Iya, kamu ini  Tik ego aja yang di nomor satukan .
Tiba –tiba….
Indra   : Pelayan (sambil menepuk meja ) teh es satu nggak pakek lama
Elma    : I i..i…ya mas paman e.e…eh mas preman
Setelah teh es di minum 
Indra   : Apa –paan ini teh apa ini? Gak ada rasanya, kamu bisa nggak sih jadi pelayan
Elma    : Ss….sory mas, bisa diganti kok
Indra   : Nggak usah, buang waktu aja aku disini, seharusnya aku sudah bisa malakin
dua orang sejak tadi.
Sementara itu…….
Tika     : Alah gayanya aja
Ulfa     : Ya tuh, paling-paling dia itu preman gadungan
Mita     : Nggak gadungan tapi kacangan
Kemudian……
Elma    : Mas…mas bayarannya
Indra   : Apa, bayaran? Buat minuman aja nggak becus, dasar pelayan goblok (sambil berjalan keluar)
Tika     : Orang kayak gitu  pasti akan mendapat karmanya
Ulfa     :Mudah-mudahan
Mita     :Kita doa'in aja
Preman pergi keluar dan suatu hal yang tidak diinginkannya terjadi kembali
Indra   : Emm..ak motorku hilang
Lalu preman masuk ke dalam restoran lagi
Indra   : Hai..kalian semua, siapa yang mencuri motorku
Tika     : Aneh nih orang , motor hilang diluar,cari ke dalam mana ketemu
Ulva    : Emang motor bisa dimasukin kesaku
Mita     : Motor mainan kali
Indra   : ( dengan nada marah ) Hai, kalian,anak ingusan ikut campur urusan orang pokoknya kalau sampai motorku tak ketemu peristiwa yang lalu seperti di PA akan terulang lagi disini
Tika     : Peristiwa sebulan yang lalu?
Ulva    : Emang peristiwanya apa?
Mita     : Kayak peristiwa sejarah aja
Indra    :Motorku hilang mana gak punya duit lagi jalan kaki deh malu dong
Elma    :Kasihan deh lo….
Indra   :Huu..h
Bersama-sama :Ha….ha….ha….

Keterangan
Tika ,Ulfa dan Mita sebagai pengunjung restoran
Indra sebagai preman
Elma sebagai pelayan restoran

Kumpulan Puisi KIR



Rindu kampung halaman 
Karya: Kukuh Saliha F
            Kelas VII MTs PP M.Natsir Alahan Panjang

Pagi yang cerah
Kubuka mataku
Kuhirup udara segar
Dipagi yang sunyi

Teringat kampung halamanku
Tempat dimana aku dilahirkan
Tapi itu semua hanya mimpi
Badai menerjang kampung halamanku

Tsunami telah menghancurkan
Kampung halamanku

Aceh….
Engkau kampung halamanku





Menuntut ilmu
Karya: Kukuh Saliha F
            Kelas VII MTs PP M.Natsir Alahan Panjang

Dari bangku SD
Kuteruskan menuju SMP
Dari bangku SMP
Kuteruskan menuju SMA

Dari bangku SMA
Kuteruskan menuju kuliah
Dari kuliah
Kuteruskan menuju cita-cita

Wahai kawan semua
Tuntutlah ilmu itu
Walaupun harus
Menyebrangi lautan api

Jangan sedih yatim piatu
Tiada ayah tiada ibu
Tapi sedihlah
Karena tak punya ilmu















Bulan
Karya: Winda Heryani
            Kelas VIII MTs PP M.Natsir Alahan Panjang

Bulan …..
Kau menyinari bumi pada malam hari
Kau membuat yang gelap menjadi terang
Kau membuat hati kami senang
Karena…. Kau tampak bagaikan bintang

Bulan…
Kau besar dan bercahaya terang                    
Aku senang melihat cahayamu
Tiap malam aku melihat sepertinya …..
Kau berbicara dengan bintang

Seandainya kau dapat berbicara
Aku akan menjadi temanmu
Dan aku akan membuatmu  tertawa

Bulan….
Kau berbentuk seperti balon yang terbang
Kau seperti sahabatku
Yang selalu tersenyum dan sabar

Terima kasih bulan
Atas cahayamu….
Dan kesetiaanmu …..


Embun
Karya: Nani Hidayati
            Kelas VIII MTs PP M.Natsir Alahan Panjang

Oh….. embun
Ketika kau  jatuh  dari  langit
Membasahi bumi dan seisinya
Hingga kami merasa sejuk

Ketika hari semakin siang
Matahari semakin bersinar
Dunia semakin terang

Oh ….. embun
Engkau adalah kawan kami
Tanpamu bumi ini panas
Tanpamu bumi ini tidaklah sejuk

Denganmu embun semuanya terasa sejuk
Dengan embun penyejuk hati kami
Dengan embun semuanya terasa damai









Merenung
Karya: Selni Sanjaya
            Kelas VIII MTs PP M.Natsir Alahan Panjang

Pada malam datang
Aku merenung dengan
Mata menatap ke
Langit yang gelap

Langit seperti ikut
merenung bersamaku
langit ……
Engkaulah shobatku
Saat malam tiba

Aku ibarat burung terbang
Yang  tak tau jalan pulang
Aku dalam keadaan bimbang
Karena kehilangan orang yang ku sayang

Tuhan ….
Akhirilah perpisahan ini
Pertemukanlah aku dengannya
Aku tak kuat  lagi
Menahan rindu ini



Sujudku
Karya  : Melda Yenti
              Kelas VII MTs PP M.Natsir Alahan Panjang


Aku hanya bida meratap dan memohon
Aku dapat bersyukur dan berucap
Atas nikmatMu
Atas karuniaMu
Sujudku atasMu

Ku bersyukur padaMu
Mohon ampun dan bersyukur
Karena tanpaMu aku tiada
Sujudku ….

Tulus bersyukur padaMu
Sujudku…
Tulus minta ampun
Atas semua kekhilafanku













Getir hidup  
 Karya: Rusna Detria
             Kelas XI IPS 1 SMA PP M.Natsir Alahan Panjang

Ketika suara membawa gema
Seolah - olah pesan nyata yang
Disampaikan pada dunia…..
Gejolak amarah pun tak bersahaja
Melebihi pekikan dari neraka
Dan kerasnya melodi sangkakala
Saat gugurnya bunga- bunga
Hatipun layu tak tentu arah
Daun- daunpun merasakan
Warnanya …….
Namun ada suatu suara berkata
Cintailah cinta walaupun tak
Didepan mata ….
Sekilaspun dia pergi tanpa
Meninggalkan sayapnya



Angan
Karya : Rusna Detria
             Kelas XI IPS 1 SMA PP M.Natsir Alahan Panjang

Pagi ku takkan lagi sperti dahulu
Karena kau pergi menjauh
Jauh….hingga aku tak mampu menggapai
Kau lenyap bersama nagan-angan
Yang dulu pernah terencana
Haruskah aku terpana
Dengan segenap luka didada
Syair-syair cinta sang ksatria
Kan kudendangkan dalam mimpi
Agar kau mampu tenang
Dalam mihrab cinta yang kan
Kau capai
























Alamku Permai
Karya  : Wahyu Suri Yani
              Kelas XI IPS 1 SMA PP M.Natsir Alahan Panjang


Alamku alam yang indah
Dipagari bukit yang tinggi, menjulang
Berkelok, liku kian kemari
Bak tulisan Allah yang agung

Ditengahnya garis ajaib mengalir deras
Gemericik riak air melahirkan suara alunan musih khas
Riak yang bening sejukkan hati

Sawah terbentang luas
Memfilmkan keelokan padi
Menjurai, indahnya seperti emas
Kilaunya, silaukan mata sambil merunduk rendah hati

Okohku tantang untuk didatangi

Pinus siperkasa bergoyang semangatkanku
Kicauan burung yang merdu, hiburku
Daun rindang beri kesejukan ditengah terik mentari

Angin sepoi-sepoi menghempas daun
Desiran khas sambut kedatanganku
Duh…….indahnya
Masyaallah

Angina sepoi-sepoi kejutkan daun
Menari-nari, menggelitik telinga
Fabiayyi ala irabbikuma tukazziban……..

Genangan air yang luas, kejutkan mata
Biru langit, elokkan danau diatas
Daun menampar wajahku
Nikmat tuhan yang mana lagi yang engkau dustakan………



                                                            Bukit Okoh, 16 November 2008



















Masa –masa Yang Indah
Karya: Ali Usman 
Kelas X1 IPS 1 SMA Pondok Pesantren

Perasaan ini
Yang selalu menghantui
Yang mencekam hati
Di awal remaja ini

            Bila aku pergi dan pergi
            Rasa ada yang mengikuti
            Tetapi…..
            Tak ada yang ku jumpai

Begitulah nasib remaja ini
Selalu ada yang mengikuti
Keinginan untuk memiliki
Seseorang yang mau mengasihi

Aku bertanya pada diri ini
Apakah bisa kulalui masa – masa indah ini
Keinginan untuk memiliki
Demi masa depan aku nanti


Emak , Perasaan dalam
Karya :Ali Usman
Kelas X1 IPS 1 SMA Pondok Pesantren M.Natsir

Sayang engkau relakan aku
Engkau serahkan aku
Engkau lepaskan aku
Jauh …..kenegri orang

Sayangku bukanlah pacarku
Melainkan panggilan emakku
Orang yang pernah tinggal denganku
Orang yang mengerti perasaanku

Emakku sayang ….
Sudah lima tahun aku menghilang
Pergi…jauh kenegri orang
Dan bila nanti aku pulang
Emakku gunggung ku bawa terbang

Sayang engkau relakan aku
Engkau serahkan aku   
Engkau lepaskan aku
Jauh …. kenaegri orang   

Sayang bukanlah pacarku
Melainkan pergi untuk emakku